Kondisi
sosial-ekonomi dan budaya masyarakat serta aktivitas masyarakat Desa Lancar
banyak dipengaruhi oleh kegiatan sosial Keagamaan (Islam) karena seluruh warga Desa
Lancar (100%) memeluk agama Islam, kuatnya keyakinan akan ajaran agama Islam
ini sangat mempengaruhi kehidupan warga dalam melakukan aktifitas kegiatan
sehari-harinya. Adapun aktifitas kegiatan tersebut terdiri dari beberapa unsur
adalah: Pemuda (Karang Taruna, Muslimin (kaum laki-laki), muslimat (kaum
perempuan), dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
1. Karang Taruna, kegiatan yang meliputi Olah raga, kesenian, Gotong royong, Kepemudaan, PHBN.
2. Remaja Masjid, kegiatan yang dilakukan meliputi, PHBI, Majelis Ta'lim, Diskusi keagamaan.
3. PKK, Kegiatan yang dilakukan meliputi pembinaan warga khususnya bagi perempuan, pengajian rutin dan arisan.
4. Kelompok pengajian, kegiatan yang dilakukan meliputi tahlilan, yasinan, arisan, musyawarah.
5. Kelompok Tani yang ada di Desa Lancar, kegiatan yang dilakukaan antara lain: Arisan, simpan Pinjam, Musyawarah kelompok dan penyuluhan pertanian oleh PPL tentang informasi teknologi baru dalam bidang pertaniandan pemecahan masalah yang dihadapi anggota kelompok tani.
6. Tersedianya tenaga kerja yang cukup untuk melaksanakan pembangunan.
7. Kesenian hadrah, karawitan musik daul tradisional.
8. Berkembangnya industri kecil/ rumah tangga seperti:
9. Tersedianya potensi lahan pertanian yang mendukung adanya lahan pertanian yang luas dan produktif.
10. Tersedianya potensi sektor peternakan sapi, kambing dan ayam Buras dan ayam Petelur.
11. Dukungan ulama dan tokoh masyakat dalam pembangunan
12. Suasana kehidupan yang kondusif di masyarakat
13. Tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan
14. Berkembangannya lembaga pendidikan keagamaan dan pendidikan non formal
Potensi-potensi tersebut merupakan modal yang kuat dalam membangun Desa
Lancar dan dapat dijadikan wahana transfer pemecahan masalah dan potensi
kejenjang pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan
sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelanjutan pembangunan Desa
Lancar
0 Komentar